Selasa, 20 November 2018 | 06:58 WIB
Habib Rizieq: Rumah Saya Dilaporkan Sarang ISIS
Kamis, 8 November 2018 | 06:37 WIB
Habib Rizieq Shihab -

Skalanews - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) M. Habib Rizieq Syihab menegaskan, alasan pihak Kepolisian Arab Saudi mengamankan dirinya karena adanya laporan bahwa rumah yang disewanya adalah sarang teroris.

Sementara bendera hitam berlafadzh tauhid atau Ar-Rayah adalah untuk memperkuat alibi.

Hal itulah yang diungkapkan oleh Habib Rizieq dalam akun twitter resminya @IB_HRS, Rabu (7/11).

Habib Rizieq pun menceritakan, pada hari Selasa (6/11) terdapat operasi intelijen licik untuk menjebak dirinya.

Diawali pada waktu Subuh, ada orang yang mendatangi kediaman Habib Rizieq untuk memasang Bendera Tauhid secara diam-diam di tembok luar belakang rumah, lalu saat matahari terbit pelaku memfotonya.

"Kemudian setelah memfoto, mereka membuat laporan ke Polisi Patroli bahwa rumah Habib Rizieq diduga sebagai "SARANG ISIS" dengan menunjukkan foto yang mereka buat," tegas Habib Rizieq.

Dalam waktu singkat pihak keamanan Arab Saudi dari berbagai kesatuan sebanyak 4 jeep dan sebuah sedan, sekitar jam 8 pagi, sudah datang ke rumah Habib Rizieq.

"Dan mencabut Bendera yang ditempel dengan double tape di dinding, kemudian melipatnya dengan rapih diamankan dalam mobil patroli," jelasnya.

Polisi Arab Saudi pun memanggil pemilik rumah dan meminta memanggil Habib Rizieq untuk keluar dari rumah. Ketika itu, Habib Rizieq sedang terkena flu.

"Habib Rizieq segera bangun dalam kondisi masih demam dan langsung turun menemui mereka dan berpesan kepada keluarga untuk kunci pintu rumah dengan rapat dan jangan ada yang keluar rumah apapun alasannya," tuturnya.

Ketika terjadi perbincangan antara Habib Rizieq dengan Polisi. "Saat itulah dari arah gedung sebelah kanan rumah HRS ada orang yang membidik dengan camera super canggih dari jarak sekitar 40-50 meter. Ini diketahui dari sudut pengambilan foto berdasarkan informasi dari penjaga rumah HRS selama ini," ungkapnya.

Habib Rizieq pun menegaskan, kuat dugaan ini jebakan dan intimidasi bertujuan untuk menghalangi Reuni Akbar 212 yang akan digelar 3 pekan mendatang. (Bisma Rizal/bus)