Selasa, 11 Desember 2018 | 03:46 WIB
ASEAN, Jepang, Korea dan China Sepakat Perkuat Kampanye Green Jobs
Jumat, 30 November 2018 | 20:45 WIB
M. Hanif Dhakiri hadiri pertemuan ASEAN Labour Ministers Meeting (ALMM) ke-25 dan ALMM plus Jepang, Korea dan China (ALMM+3) di Kuala Lumpur, Malaysia - [biro humas kemnaker]

Skalanews - Pertemuan para Menteri Ketenagakerjaan negara-negara ASEAN atau ASEAN Labour Ministers Meeting (ALMM) ke-25 dan ALMM plus Jepang, Korea dan China (ALMM+3) di Kuala Lumpur, Malaysia menghasilkan komitmen bersama untuk mengkampanyekan green jobs. Yakni, mengupayakan lapangan pekerjaan dengan tetap mempertimbangakan kelestarian lingkungan.

"ASEAN, Jepang, Korea dan China sepakat untuk terus mengkampanyekan dan mengupayakan green jobs. Ini adalah komitmen yang sangat positif, dimana lapangan pekerjaan terus diciptakan untuk pembangunan ekonomi, namun juga sangat mempertimbangkan mengurangi dampak negatif bagi lingkungan," kata Menteri Ketenagakerjaan RI M. Hanif Dhakiri di Kuala Lumpur, Jumat(30/11).

Komitmen tersebut, lanjutnya, memiliki momentum yang tepat dengan keniscayaan global arus pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi revolusi industri 4.0, dimana pertumbuhan ekonomi tak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan manusia, namun juga sangat mempertimbangkan keberlangsungan lingkungan untuk generasi mendatang.

Revolusi industri 4.0 juga mengubah konsep industri global, dari yang semula bertumpu pada sumber daya alam, bergeser pada kekuatan ilmu pengetahuan, inovasi serta kolaborasi. Menteri Hanif mencontohkan, industri pertambangan mengalami keterbatasan cadangan tambang serta dihadapkan pada dampak eksploitasi lingkungan. Semenara ilmu pengetahuan dan inovasi akan terus berkembang. Inilah pentingnya investasi Sumber Daya Manusia.

Terkait dengan Green Jobs, menurut Menteri Hanif, Indonesia telah melakukan berbagai langkah yang sejalan dengan isu tersebut. Antara lain dengan menggenjot pelatihan vokasi untuk meningkatkan skill dan kompetensi pekerja yang di dalamnya terkandung green skills, green productivity serta keselamatan dan kesehatan kerja. Kalangan perguruan tinggi juga dilibatkan dalam pengembangan green productivity dan green accounting.

Pertemuan selama dua hari tersebut, ALMM menghasilkan komunike bersama antara lain, meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang green job dan green skill, serta mendorong decent jobs (kerja layak) yang mengurangi dampak negatif lingkungan. Peningkatakan Occupational Safety and Health (keselamatan dan kesehatan kerja) yang memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sepekat mengimplementasikan Deklarasi Vientiane mengenai transisi pekerjaan informal ke pekerjaan formal menuju terciptanya kerja layak. Serta, mendorong kerjasama ASEAN dengan organisasi internasional, social partner, dan civil society organization dalam mendukung decent work demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan dan kemajuan sosial di ASEAN.

Adapun pertemuan ALMM+3 menghasilkan joint statement, antara lain kerja sama ketenagakerjaan dan menegaskan kembali komitment mempromosikan kualitas hidup dan persaingan tenaga kerja pada pekerjaan yang aman dan layak. Mengakui pentingnya ekonomi berkelanjutan secara sosial dan lingkungan yang bertujuan menciptakan lapangan kerja.

Para pemimpian ASEAN+3 juga sepakat mendukung green jobs untuk berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan melalui penelitian dan sharing good practices, mengembangkan TVET (Technical and Vocational Education Training) mengenai green skills, meningkatkan standar OSH (Occupational Safety and Health) untuk mencapai green environment. Membentuk dan mengimplementasikan kebijakan green jobs dan green skills melalui kolaborasi dengan tripartit, ASEAN dialogue partner, dan pemangku kepentingan lainnya. (deddi bayu/bus/*)