Kamis, 13 Desember 2018 | 06:22 WIB
ICW: PBB-Bank Dunia Taruh Soeharto diurutan Pertama Pemimpin Korupsi
Jumat, 7 Desember 2018 | 03:46 WIB
Emerson Yuntho - [dok. skalanews]

Skalanews - Peneliti Indonesia Coruption Watch (ICW) Emerson Yuntho menyebutkan, bahwa Presiden RI kedua HM.  Soeharto masuk ke dalam daftar pertama dari sepuluh pemimpin dunia yang mencuri kekayaan negara.

Daftar tersebut dikeluarkan Stolen Asset Recovery Intiative (StAR). StAR adalah program Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama Bank Dunia yang diluncurkan pada 18 September 2007.

"Dalam kesempatan tersebut rilis juga 10 nama mantan pemimpin dunia yang termasuk sebagai pemimpin yang digolongkan sebagai pencuri aset negara."

"Mantan Presiden Soeharto menempati peringkat satu dari sepuluh pemimpin yang mencuri kekayaan negara," ujar Emerson seperti dikutip dalam pers rilis, Jakarta, Kamis (6/12).

Emerson pun menyebutkan, bahwa Soeharto mencuri uang negara sekitar 15 sampai 35 miliar dolar AS atau sekitar Rp140-330 triliun.

Saat dirilis, Emerson menyebutkan, Jaksa Agung saat itu Hendraman Supandji sempat menyatakan akan berkoordinasi dengan PBB dan Bank Dunia soal Prakarsa StAR. "Namun hingga ini berakhirnya pemerintahan SBY (Soesilo Bambang Yudhoyono) juga tidak jelas perkembangannya," tuturnya.

Untuk itulah, Emerson menyebutkan, Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla melakukan kerja sama dengan StAR. "Dalam rangka mengembalikan kekayaan negara yang diduga dicuri oleh Soeharto yang nilainya berkisar antara 15 sampai 35 miliar dolar AS," jelasnya.

Sebagaimana pemerintahan Jokowi-JK telah melakukan perjanjian bantuan hukum timbal balik antara Indonesia dengan Swiss pada akhir Agustus 2018 lalu.

Bagi Emerson inilah momentum untuk melacak orang dan aset hasil kejahatan. "Sebaliknya juga menyasar kepada kejahatan korupsi yang diduga dilakukan oleh Soeharto maupun kroninya," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Skalanews di website https://star.worldbank.org ketika dilakukan click pencarian dengan kata Soeharto tidaklah ditemukan.
 
Angka atau nilai dugaan korupsi Soeharto sendiri muncul pertama kali dari pemberitaan Time Magazine terbitan Edisi Asia tanggal 24 Mei 1999 Vol. 153 No. 20.

Namun tulisan ini digugat dan dinyatakan dikabulkan oleh Mahkamah Agung dengan nomor : 3215.K/PDT/2001. (Bisma Rizal/bus)