Selasa, 21 Mei 2019 | 08:48 WIB
Bangun Tanpa Utang, Ekonom: Janji Prabowo-Sandi Masuk Akal
Sabtu, 15 Desember 2018 | 00:07 WIB
-

Skalanews - Kepala Ekonom PT Bank Central Asia, Tbk. (BCA) David E. Sumual menilai janji Capres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno untuk membangun infrastruktur tanpa utang masuk akal. Dengan dua syarat, penambahan peran swasta dan pengalihan postur APBN.

Untuk penambahan peran swasta, David menyebutkan, dengan cara sekuritas aset.

"Misalnya ada proyek yang sudah selesai atau sudah jalan seperti jalan tol, itu kan bisa pendapatannya kita jual ke investor, tapi kita dapat dana segar untuk bangun infrastruktur yang baru," kata David ketika dihubungi Skalanews, Jumat (14/12).

Kemudian untuk postur APBN, kata David, adalah pengurangan alokasi belanja birokrasi dan subsidi.

Dalam APBN 2018, anggaran belanja pegawai mencapai Rp 342,5 triliun. Adapun, anggaran subsidi energi tercatat sebesar Rp 156,23 triliun.

"Ini kan trade-off ya, kalau tanpa utang harus ada belanja yang dikurangi," kata David.

Sandiaga sendiri, memilih opsi pertama, dengan skema equity financing yakni, meminta swasta untuk ikut urunan membangun infrastruktur.

Sehingga pembangunan infrastruktur tak lagi membebani anggaran negara. "Kami bangun juga segi-segi ekonomi lain dan infrastruktur itu tidak perlu membebani utang kepada bangsa kita," kata Sandiaga, di Jakarta, Sabtu (8/12). (Bisma Rizal/bus)