Selasa, 23 April 2019 | 13:11 WIB
Sandiaga Sebut Pemerintah Salah Kelola BPJS Kesehatan
Senin, 7 Januari 2019 | 22:31 WIB
Sandiaga Salahuddin Uno saat kunjungi sentra UMKM emping di Serang, Banten - [@sandiuno]

Skalanews - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengkritisi kebijakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang melakukan pemutusan kontrak kerja sama dengan sejumlah Rumah Sakit.

Menurut Sandi, kebijakan itu menunjukan adanya kesalahan pengelolaan dari pemerintah. "Padahal, BPJS Kesehatan adalah tulang punggung masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang sudah diamanatkan melalui undang-undang," kata Sandi di Buaran Mangga, Tangerang, Banten, Minggu (6/1).

Dirinya pun menyebutkan, seharusnya BPJS Kesehatan tidak dibiarkan untuk berutang kepada rumah sakit.

Hal itulah yang akan dilakukan, kata Sandi, bila diberikan kesempatan memimpin negeri ini. Karena ia akan merubah pola keuangan BPJS Kesehatan agar tidak membebani pihak rumah sakit.

"Kami akan betul-betul urus secara profesional, kita akan hitung berapa yang akan dibutuhkan, karena kita tidak ingin BPJS berutang sama rumah sakit ini. Karena mereka memutuskannya itu karena diutangi, sudah capek."

"Dan juga kita harapkan ke depan bahwa BPJS ini juga hadir dengan pengelolaan yang lebih profesional, dengan menghitung secara aktuariat, berapa sih yang diperlukan, berapa juga pola yang ke depan sistemnya yang tidak membebani layanan kesehatan," jelas Sandi.

Selain itu, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu akan mendorong kampanye hidup sehat di masyarakat. Sebagai langkah promotif preventif. "Dengan hidup bergaya sehat maka biaya kesehatan bisa menurun," imbuhnya.

Ketika ditanya, apakah langkah pencabutan kerja sama ini mengurangi defisit atau tidak? Sandi mengatakan defisit itu permasalahan elite, kesehatan masyarakat harus diutamakan.

"Ya menurut saya salah sekali, karena layanan masyarakat kesehatan itu harus diutamakan. Defisit itu permasalahan elite, tapi kalau permasalahan masyarakat itu harus didahulukan. Kesehatan masyarakat tidak boleh dilupakan," ucapnya. (Bisma Rizal/bus)