Selasa, 21 Mei 2019 | 07:39 WIB
Indonesia Fokus Turunkan Defisit Transaksi Berjalan
Kamis, 31 Januari 2019 | 13:25 WIB
Suahasil Nazara - [ist]

Skalanews - Indonesia berkomitmen terus melaksanakan pembangunan meski tengah mengalami defisit transaksi berjalan yang terus diupayakan penurunannya, antara lain melalui peningkatan jumlah investasi asing, ekspor nonkomoditas, dan kunjungan wisatawan mancanegara.

"Indonesia harus terus membangun, misalnya di sektor infrastruktur. Bagaimana dengan defisit transaksi berjalan, itu akan kita atasi," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara ketika bersama Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara berbicara dalam pertemuan analis di Tokyo, Jepang, Kamis (31/1).

Bank Indonesia memperkirakan defisit transaksi berjalan pada 2018 menyentuh di atas 3,0 persen, sementara pada tahun ini diperkirakan sekitar 2,5 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Mirza menjelaskan pada periode 2000-2010 Indonesia sempat mengalami surplus transaksi neraca berjalan seiring dengan membaiknya harga komoditas.

Namun, kini dengan giatnya pelaksanaan pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur, serta turunnya harga komoditas dunia, transaksi berjalan Indonesia mengalami defisit.

Karena itu, katanya, Indonesia menyusun strategi untuk mengatasi defisit tersebut antara lain dengan membuat iklim investasi menarik, mendiversifikasi ekspor nonkomoditas dengan mengeluarkan regulasi dan memberikan insentif bagi investor dan eksportir.

Selain itu, mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara antara lain dengan menetapkan 10 destinasi wisata baru yang dikenal dengan "Bali Baru".

Ditargetkan pada 2024 jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia mencapai 25 juta orang dengan nilai devisa 28,5 miliar dolar AS, dan target pada tahun ini 20 juta orang dengan nilai devisa 17,6 miliar dolar AS.

Sementara itu, Suahasil mengatakan Indonesia terus melakukan reformasi struktural antara lain dengan melaksanakan pembangunan infrastruktur, menerapkan efisiensi, dan memberikan insentif fiskal, terutama untuk industri hulu, berupa "tax holiday".(ant/dbs)