Minggu, 8 Desember 2019 | 06:52 WIB
HUT Proklamasi ke-74, Menaker: Momentum Landasan Bekerja dan Berkarya
Minggu, 18 Agustus 2019 | 23:13 WIB
Menaker Hanif Dhakiri saat memberikan sambutan dalam peringatan HUT Proklamasi ke-74 di kantor Kemnaker, Jakarta, Sabtu (17/8/2019) - [dok.kemnaker]

Skalanews - Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengajak semua pihak untuk menjadikan momentum peringatan Ulang Tahun Kemerdekaan ke 74 ini sebagai landasan bekerja dan berkarya dengan semangat kebangsaan dan persatuan dalam menghasilkan SDM yang berkualitas.

Peningkatan kualitas SDM merupakan pembangunan pemerintah setelah memprioritaskan pembangunan infrastruktur.

"Tidak hanya fokus pada pendidikan tetapi juga meningkatkan keterampilan melalui pelatihan vokasional dan Kementerian Ketenagakerjaan merupakan salah satu kementerian yang memiliki peran penting dalam mempersiapkan "Sumber Daya Manusia Unggul, Indonesia Maju," ujar Hanif Dhakiri saat memberikan sambutan dalam peringatan HUT Proklamasi ke-74 di kantor Kemnaker, Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

Berbeda dengan peringatan HUT RI sebelumnya, perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74 ini terlihat menarik. Seluruh peserta upacara di halaman kantor Kemnaker mengenakan busana dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari pakaian adat dari ujung Sumatera hingga Papua, dikenakan oleh pegawai Kemnaker.

Hanif mengungkapkan pemerintah telah berhasil menciptakan 11.196.270 lapangan kerja baru dalam kurun waktu 4,5 tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Angka tersebut telah melebihi target yang telah ditetapkan yakni penciptaan 10 juta lapangan kerja selama 5 tahun.



"Tingkat pengangguran di Indonesia saat ini berada di angka 5,01 persen, atau merupakan angka pengangguran terendah dalam sejarah Indonesia," katanya.

Berdasarkan data BPS per-Febuari 2019, angkatan kerja Indonesia saat ini berjumlah 136 juta orang. Jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 129 juta orang atau sekitar 94 persen, Jumlah penganggur sebanyak 6,82 juta orang (5,01 persen), komposisi tenaga kerja yang bekerja didominasi lulusan SD kebawah (42 persen) dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) didominasi oleh lulusan SMK sebesar 8,63 persen.

"Dari data di atas, menjadi bahan renungan kita semua, terutama untuk kelompok masyarakat penganggur dan pekerja dengan latar belakang pendidikannya. Disamping itu juga perlu dipikirkan solusi bersama untuk kelompok pekerja yang kompetensinya disesuaikan dengan perkembangan teknologi sebagai dampak dari revolusi industri 4.0," ujarnya.

Hanif menegaskan upaya penanggulangan masalah pengangguran dan peningkatan kualitas pekerja ini harus dilaksanakan secara nyata,agar dapat membawa manfaat bagi tenaga kerja yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas perusahaan dan daya saing nasional.

Menaker mengatakan dalam menghadapi tantangan dunia ketenagakerjaan yang semakin kompleks dan berat, dibutuhkan kolaborasi satu sama lain, bersinergi, bekerja sama dan bekerja dengan berbagai terobosan. "Dengan demikian tugas-tugas pelayanan dan perlindungan pemerintah, perlindungan negara kepada pekerja maupun stakeholder ketenagakerjaan dapat dilaksanakan," katanya. [day/bus]



  
  
TERPOPULER
Index +