Selasa, 12 November 2019 | 06:20 WIB
Indonesia-Jepang Pererat Kerja Sama Sektor Ketenagakerjaan
Minggu, 1 September 2019 | 23:09 WIB
M. Hanif Dhakiri dan Tokohiro Nakamura sepakat mempererat kerja sama di sektor ketenagakerjaan - [biro humas kemnaker]

Skalanews - Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri memberikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin selama ini antara Ehime Prefecture Jepang dan Pemerintah Indonesia. Kerja sama ini diharapkan dapat tetap terjalin dengan baik dan terus ditingkatkan dengan area kerja sama yang baru di bidang ketenagakerjaan.

Saat ini pemerintah Indonesia telah melakukan kerja sama dengan Ehime Prefecture Jepang dalam beberapa bidang ketenagakerjaan antara lain pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi.

"Kerja sama ini akan terus kita jalin guna meningkatkan keterampilan anak muda Indonesia dan instruktur Balai Latihan Kerja (BLK)," kata Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri saat melakukan pertemuan bilateral dengan Governor of Ehime Prefecture Jepang Tokohiro Nakamura, Matsuyama, Sabtu (31/8).

Guna memperluas kerja sama peningkatan kapasitas dan kualitas kejuruan otomotif di BLK-BLK milik Kementerian Ketenagakerjaan dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), lanjut Hanif maka dipandang perlu untuk pembicaraan kerja sama lebih lanjut dengan EHIME dan Japan Internasional Cooperation Agency (JICA).

"Kerja sama lebih lanjut dengan Ehime Toyota Motor dan JICA diharapkan dapat ditingkatkan untuk program sertifikasi kompetensi dan memberikan kesempatan bagi para instruktur-instruktur BLK berprestasi untuk praktek langsung di perusahaan Ehime Toyota Motor di Jepang," kata Hanif.



Selain itu, upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi fokus pemerintah Indonesia saat ini juga terus digenjot. Salah satu caranya melalui kerja sama program pemagangan luar negeri.

"Saya tadi berbicara dengan Governor Ehime (pemerintah Jepang) untuk dapat mendorong perusahaan-perusahaan di Ehime Jepang memberikan kesempatan bagi para peserta pemagangan dari Indonesia," kata Hanif.

Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kemnaker Indah Anggoro Putri mengatakan saat ini pemerintah terus menggandeng perusahaan-perusahaan swasta untuk bekerja sama meningkatkan kompetensi dan mutu pelatihan kerja di BLK.

"Hal ini dilakukan agar lulusan pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri dan pasar kerja serta menjadi tenaga kerja terampil. Tenaga kerja terampil penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkeberlanjutan juga untuk mengoptimalkan puncak bonus demografi pada 2035," kata Putri.



Pemerintah Indonesia dan Ehime Prefecture Jepang menjalin kerja sama antara lain dalam pengembangan kejuruan otomotif berstandar Toyota di BLK Bantaeng Tahap I (Januari 2016 – Juli 2018); pengembangan kejuruan otomotif berstandar Toyota di BLK Bantaeng Tahap II (Juli 2019 – Agustus 2022); pemagangan di berbagai bidang yaitu agriculture, fishery, construction, food manufacturing, textile, machinery, dll; peningkatan SDM dan bidang lainnya, kerja sama antara Ehime Prefecture dengan Provinsi Sulawesi Selatan.

Kerja sama program pelatihan teknisi otomotif di BLK melatih angkatan 1 (pertama) selama dua tahun dengan materi ajar yang berstandar internasional. Total peserta pelatihan angkatan pertama sebanyak 16 orang dengan rincian 6 instruktur dan 10 pencari kerja. Program pelatihan ini dilanjutkan dengan melatih peserta pelatihan angkatan kedua yang rencananya akan melatih 50 (lima puluh) orang instruktur kejuruan otomotif yang berasal dari 13 (tiga belas) BLK milik Kemnaker.

Hadir pada pertemuan bilateral ini yaitu Konsul Jenderal RI di Osaka Mirza Nurhidayat, Dirjen PHI dan Jamsos Haiyani Rumondang, Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri Indah Anggoro Putri. (deddi bayu/bus)