Rabu, 11 Desember 2019 | 01:16 WIB
Menag: Bom Bunuh Diri di Medan Akibat Ajaran Agama yang Disalahpahami
Minggu, 17 November 2019 | 23:20 WIB
Teror Bom - [Agung SW/Skalanews]

Skalanews - Menteri Agama Fachrul Razi menyebut bom bunuh diri dan aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama selama ini terjadi merupakan fenomena di mana ajaran agama disalahpahami.

"Berbagai kejadian, termasuk yang terakhir di Medan adalah fenomena di mana ajaran agama 'disalahpahami' yang berwujud aksi-aksi kekerasan yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama itu sendiri," kata Fachrul Razi saat menghadiri pertemuan dengan ulama dan ASN Kemenag Aceh yang berlangsung di Gedung Asrama Haji, Banda Aceh, Minggu (17/11).

Fachrul menambahkan, Agama adalah perilaku kepada Tuhan dan sesama. Agama adalah akhlak mulia sebagaimana diajarkan oleh Kitab Suci dan para Nabi.

"Di sinilah peran para ulama dan tokoh agama dituntut untuk memberikan pencerahan bagi umat. Kementerian Agama, saat ini, terus mendorong kepada seluruh umat beragama agar memiliki cara pandang, sikap, dan perilaku beragama yang adil, tawassuth (jalan tengah), tawazun (berimbang), tasamuh (toleransi), dan prinsip-prinsip moderasi beragama lainnya." paparnya.

Kementerian Agama juga sedang giat-giatnya memasarkan pola keberagamaan yang moderat (wasathiyah) kepada dunia internasional agar benar-benar menjadi referensi bagi negara-negara lain tentang harmoninya antara agama dengan demokrasi.

"Sebagaimana kita laksanakan pertemuan ulama-ulama sedunia bersama bapak Presiden di Istana Bogor beberapa waktu lalu. Di belahan dunia kita saksikan banyak negara-negara yang terperangkap oleh sistem keyakinan agama justru untuk saling serang, saling menyakiti, bahkan saling meniadakan (membunuh)." tutupnya. (Frida Astuti/Bus)