Senin, 16 Desember 2019 | 08:49 WIB
Menpora Bantah Pulangkan Atlet SEA GAMES Karena Tak Perawan
Sabtu, 30 November 2019 | 04:37 WIB
Zainudin Amali - [ist]

Skalanews - Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali membantah jika pihaknya telah memulangkan altlet senam SEA Games 2019 di Filipina karena tak lolos tes keperawanan.

"Sesuai dengan Perpers 95 tahun 2017, hak promosi dan degradasi atlet ada di Cabor yaitu PERSANI (Persatuan Senam Indonesia). Bukan di Kemenpora maupun KONI," ujarnya saat dikonfirmasi melalui Whatsapp, Jumat (29/11).

Untuk itu mantan Ketua Komisi II DPR memastikan tak benar adanya pemulangan atlet senam SEA Games secara paksa oleh pelatih PERSANI.

"Kami langsung call Bu Ita dari PERSANI, dan infonya, dan menjelaskan kepada saya tidak betul ada pemulangan paksa oleh pelatih PERSANI. Yang benar kata Pak Indra (pelatihnya yang di Jatim) bahwa atlet tersebut indispliner dan kurang fokus, dan berdampak prestasi menurun, sehingga diputuskan pelatihnya tidak disertakan di SEA Games. Dan digantikan oleh atlet lain yang peringkatnya jauh lebih tinggi," jelasnya.

Diterangkan pria yang akrab dipanggil ZA ini, pihaknya merasa prihatin atas munculnya kabar tersebut. "Padahal ini terkait kondisi prestasi atlet sehingga tak ada hubungannya dengan masalah cek keperawanannya," lanjutnya.

Bahkan, ZA ini mengancam jika benar pemulangan atlet itu karena dugaan masalah keperawanan yang dikatakan pelatihnya, pihaknya akan tindak tegas terhadap PERSANI.

"Hal ini selain masalah privasi dan kehormatan seseorang, juga itu tidak ada hubungannya dengan soal prestasi," lanjutnya.

Zainudin Amali mengingatkan kepada seluruh Cabor untuk tidak menimbulkan kehebohan sekecil apapun, karena itu akan berdampak luas pada konsentrasi kontingen Indonesia secara keseluruhan.

"Lebih baik berkonsultasi langsung pada pimpinan induk Cabor ataupun KONI dan jika tidak dapat terselesaikan langsung ke Kemenpora, agar isu sensitif seperti itu bisa segera dimitigasi secepatnya," tutupnya.

Dikabarkan seorang atlet senam SEA Games di Manila Filipina, Shalva Avrila Siani asal Kediri Jatim dipulangkan secara paksa oleh tim pelatihnya karena yang bersangkutan dituduh sudah tidak perawan. (Wahyu/bus)