Minggu, 23 Februari 2020 | 05:55 WIB
Menteri LHK: Taman Nasional Merapi Bagian Dari Perlindungan Masyarakat
Sabtu, 15 Februari 2020 | 00:03 WIB
Siti Nurbaya - [Deni Hardimansyah/Skalanews]

Skalanews - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan keberadaan Taman Nasional Gunung Merapi menjadi bagian dari perlindungan terhadap lingkungan dan masyarakat.

Siti Nurbaya di Magelang, Jawa Tengah, Jumat (14/2), mengatakan di sekitar Gunung Merapi ini terdapat 30 desa dengan jumlah penduduk sekitar 107 ribu jiwa yang ada di bagian bawah sehingga lingkungan bagian atas harus dijaga.

"Penanaman pohon di daerah ini merupakan bagian penting dari perlindungan lingkungan," katanya saat mengunjungi kawasan Jurang Jero, Taman Nasional Gunung Merapi mendampingi Presiden Joko Widodo melepas burung elang Jawa dan menanam pohon pulai di daerah tersebut.

Ia menyebutkan Indonesia mempunyai 54 taman nasional.

"Saya kira dalam konteks perlindungan lingkungan baik untuk perlindungan mengatasi atau mencegah bencana bagi masyarakat di sekitarnya atau di bawahnya sangat tepat karena rata-rata taman nasional berada di atas dan wilayahnya terjal," katanya.

Ia menyampaikan taman nasional juga untuk perlindungan terhadap keanekaragaman hayati.

Menurut dia, kenyataannya memang taman nasional itu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Di dalam konsep Kementerian LHK itu disebut zona tradisional, zona pemanfaatan.

Siti Nurbaya menuturkan pada prinsipnya konservasi itu melindungi ekosistem atau sistem penopang kehidupan, jadi tidak boleh ada yang rusak, tidak boleh siklus air terganggu dan tidak boleh siklus energi terganggu.

Selain itu, memelihara keanekaragaman hayati itu juga bagian dari antisipasi yang harus dilakukan dan dijaga masyarakat. Kemudian pemanfaatannya harus secara lestari.

"Hal ini saya bilang tidak bisa dilepaskan bahwa kehidupan masyarakat tergantung pada taman nasional termasuk Gunung Merapi ini. Oleh karena itu pembangunan kita harus sejalan dengan perlindungan lingkungan dan itu kita lakukan," katanya.

Ia mencontohkan di zona tradisional ini pemanfaatan oleh rakyat untuk peternakan di taman nasional itu sekitar 32 persen.(ant/dbs)