Selasa, 20 November 2018 | 07:20 WIB
Politik
Ketum dan Sekjen Partai Berkarya Dilaporkan ke Polisi
Rabu, 19 Juli 2017 | 15:14 WIB
Partai Berkarya - [berkarya.id]

Skalanews - Beberapa pengurus harian Partai Berkarya melaporkan Ketua Umumnya, Neneng A Tutty dan Sekjen, Badaruddin Andi Picunang ke Polda Metro Jaya.

Menurut salah satu pengurus Nurul Candrasari, laporan tersebut dilakukan pada 28 Juni 2017 terkait dengan munculnya dua SK Menteri Hukum dan HAM atas jajaran pengurus Partai.

Nurul menyebutkan, ada dua versi SK Kemenkumham bernomor: H.HH - 21 .AH.11.01 Tahun 2016. Pada SK pertama nama Wibisono Bachir masuk dalam Majelis Tinggi Partai sebagai anggota.

"Namun pada SK yang disebarkan ke DPW seluruh Indonesia dalam Rapimnas pertama pada tanggal 22-24 Januari 2017, dengan SK nomor yang sama dengan tanggal penerbitan yang sama nama pak Wibisono tidak masuk dalam Majelis Tinggi Partai melainkan masuk ke dalam Dewan Pertimbangan. Dan yang masuk adalah Arsyad Kasmar," ujarnya saat ditemui Skalanews di Jakarta, Rabu (19/7).

Nurul menyebutkan pergantian ini tidak melalui mekanisme yang sesuai dengan AD/ART Partai yang mewajibkan setiap kebijakan strategis harus berdasarkan rapat pleno.

Ketika ditanya bukankah, hal ini bisa diselesaikan melalui mekanisme Mahkamah Partai. Nurul menjawab, sampai saat ini persoalan tersebut tidak digubris.

Atas penerbitan SK ganda tersebut, Nurul pun melaporkan Neneng dan Badaruddin dengan Pasal 266 KUHP jo Pasal 263 KUHP atau Pasal 317 KUHP dengan delik Memberikan Keterangan Palsu Kedalam Akta Autentik dan Pemalsuan Surat.

Selain Nurul dan dua Pengurus lainnya juga tidak sependapat dengan kebijakan yang tersebut. Diantaranya Amin Luther dan Abdul Wahab Joni.

Menurut Abdul Wahab kebijakan ini semena-mena. "Kebijakan semena-mena ini menganggap partai ini sebagai perusahaan," jelasnya pada kesempatan yang sama.

Untuk perkembangan selanjutnya, Nurul menyebutkan, pihak Polda Metro sudah memanggilnya untuk dimintai keterangan pada 17 Juli 2017.

Ditanya sikap Hutomo Mandala Putra atau Tommy sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai dan Ketua Dewan Pembina Partai atas persoalan tersebut, Nurul menjawab, "silakan bertanya langsung kepada mas Tommy!"

"Karena yang berhak menjawab adalah mas Tommy sendiri" ujarnya.(Bisma Rizal/dbs)