Jumat, 25 Mei 2018 | 10:40 WIB
Politik
Permintaan Biaya Saksi Saat Pilkada Tak Wajar
Sabtu, 13 Januari 2018 | 20:43 WIB
Titi Anggraini - [ist]

Skalanews - Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai permintaan biaya saksi kepada calon kepala daerah sangatlah tidak wajar.

"Meminta sejumlah biaya untuk saksi, dan kampanye tidak boleh dianggap wajar," cetus Titi dalam diskusi 'Wajah Politik Pilkada 2018' di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/1).

Dikhawatirkan permintaan biaya saksi akan menimbulkan praktik korupsi politik. Nantinya calon yang terpilih dan menjabat akan berupaya mengembalikan dana yang telah dikeluarkan selama pencalonan.

"Jadi rasional ketika biaya besar (dikeluarkan) dikejar kembali untuk impas saat berkuasa," sambungnya.

Disebut Titi, gaji kepala daerah tidak akan mampu mengembalikan biaya yang dikeluarkan selama pencalonan. Akhirnya, korupsi pun dimulai mengingat kepala daerah punya akses anggaran, kebijakan, maupun birokrasi.(Frida Astuti/dbs)