Senin, 23 April 2018 | 12:44 WIB
Politik
Ketum Golkar Akan Bahas Titiek Soeharto Jadi Wakil Ketua MPR
Senin, 19 Maret 2018 | 07:10 WIB
-

Skalanews - Putri Presiden RI kedua Soeharto, Siti Hediati Hariyadi bakal melangkah mulus menjadi Wakil Ketua MPR RI menggantikan Mahyudin.

Hal itu tidak dibantah Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto. Iapun menyebutkan, nama Titiek Soeharto - yang biasa disapa saat ini masih dalam proses pembahasan.

"Ya nanti kita akan proses," ujar Airlangga, di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Minggu (18/3).

Sementara itu, Sekjen Golkar Lodewijk Freidrich Paulus menambahkan pergantian ini masih berupa usulan. Ia mengatakan pengambilan keputusan atas usulan ini harus melewati rapat.

"Iya (usulan), nanti kita bicarakan, mekanismenyakan harus kita rapatkan di DPP dulu. Kita belum rapat, Insya Allah, kalau malam ini (rapat) bisa tuntaskan kita rapatkan dan putuskan bersama," ujar Lodewijk.

"Karena ada proses pengambilan keputusan di Golkar kan kolektif kolegial, nggak bisa cuma satu orang. Oleh karena itu kita harus rapatkan dulu di DPP," sambungnya.

Isu ini muncul ketika Airlangga memberikan pidato saat melantik pengurus Pimpinan Pusat Kesatuan Perempuan Partai Golkar (PP KPPG).

Pada kesempatan itu, KPPG meminta adanya keterwakilan perempuan dalam kepemimpinan.

Menanggapi hal itu, menurut Airlangga, nantinya Partai Golkar akan mengusulkan kader perempuan menjadi pimpinan MPR, salah satunya Titiek Soeharto.

"Terkait minta alat perlengkapan, dalam periode ini saya mengusulkan kader perempuan dari Partai Golkar di MPR, kita dorong Mbak Titiek untuk mengisi pimpinan MPR," tuturnya.

Titiek sendiri mengucapkan terima kasih jika partai memberikan kepercayaan tersebut.

"Kalau namanya tugas yang diberikan partai, ya terima kasih kita diberi tugas dan kepercayaan partai," kata Titiek kepada wartawan di sela acara peresmian Rumah Aspirasi Partai Golkar di Kecamatan Panjatan, Kulon Progo, DIY, Jumat (9/3).

Titiek juga mengaku, sudah berkomunikasi dengan Airlangga dan Lodewijk Freidrich Paulus terkait rencana perombakan formasi di MPR tersebut.

Namun ia memilih menunggu karena, setelah pertemuan itu, hingga kini belum menerima SK resmi penugasan dari partai.

"Sebetulnya sama ketua umum dan sekjen sudah bicara, kelihatannya begitu (ditugaskan menjadi Wakil Ketua MPR). Tapi perkara suratnya, bentuknya seperti apa, kapan ditunjuknya, kapan pelantikannya, saya belum tahu," ujarnya. (Bisma Rizal/bus)