Selasa, 11 Desember 2018 | 21:26 WIB
Politik
Titiek Soeharto Jadi Pimpinan MPR, Golkar Bantah Ini Balas Jasa
Senin, 19 Maret 2018 | 09:40 WIB
-

Skalanews - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar TB Ace Hasan Syadzily membantah dipilihnya Siti Hediati Haruyadi atau bisa disapa Titiek Soeharto menjadi Wakil Ketua MPR RI oleh Ketua Umumnya Airlangga Hartarto sebagai politik balas jasa.

Sebagaimana, pada saat Soeharto menjabat sebagai Presiden RI, ayah Airlangga, Hartarto Sastrosoenarto menjabat tiga kali menjabat sebagai menteri di Kabinet Pembangunan.

Seperti Kabinet Pembangunan IV pada 1983-1988, Hartarto menjabat sebagai Menteri Perindustrian. Begitu juga pada Kabinet Pembangunan V tahun 1988-1993. Kemudian, pada Kabinet Pembangunan VI tahun 1993-1998, Hartanto menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Produksi dan Distribusi.

"Oh enggak ada balas jasa-balas jasa, ini pergantian biasa saja di tubuh partai," ujar Ace saat ditemui wartawan di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Minggu (18/3) malam.

Ace menambahkan, ada suara dari jajaran pengurus agar menempatkan perempuan sebagai pimpinan MPR.

"Di samping ada suara untuk menempatkan perempuan sebagai pimpinan MPR," jelasnya. (Bisma Rizal/bus)