Kamis, 21 Juni 2018 | 05:57 WIB
Politik
Gegara Twit Fadli Zon, Kader Gerindra Mengundurkan Diri
Rabu, 13 Juni 2018 | 12:27 WIB
Muhammad Nuruzzamn - [merahputih]

Skalanews - Kader Partai Gerindra, Mohammad Nuruzzaman mengundurkan diri karena ucapan Wakil Ketua Umumnya Fadli Zon yang dianggapnya telah menghina Katib Aam PBNU KH Yahya Colil Staquf atau Gus Yahya.

Gus Yahya dikritik Fadli karena menjadi pembicara dalam acara American Jewish Committee (AJC) Global Forum di Yerusalem, Israel, Ahad (10/6), yang dibuka oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Pengunduran diri tersebut disampaikannya melalui surat terbuka ke Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang tersebar di grup-grup WhatsApp.

Saat dikonfirmasi, Nuruzzaman pun membenarkan hal tersebut. "Ya betul saya mundur dari Gerindra," ujarnya saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (12/6).

Dirinya mengaku, sudah lama ingin keluar dari Gerindra. Namun, cuitan Fadli Zon soal Yahya Staquf membuat 'gunung' kemarahan Nuruzzaman meletus. "Pak Fadli nih menghina kiai kami," ucapnya.

Berikut ini sepenggal isi surat Nuruzzaman yang menyebut Fadli Zon telah menghina Yahya Staquf.

Kemarahan saya memuncak karena hinaan saudara Fadli Zon kepada kiai saya, KH Yahya Cholil Staquf terkait acara di Israel yang diramaikan dan dibelokkan menjadi hal politis terkait isu ganti Presiden.

Terpisah, Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membenarkan kalau Nuruzzaman merupakan kader Gerindra.

Dari surat pengunduran dirinya ke Prabowo, tertulis kalau Nuruzzaman menjabat sebagai Wasekjen. Dasco masih mengecek terkait jabatan Nuruzzaman. Dasco mengatakan surat pengunduran diri Nuruzzaman masih belum diterima Gerindra.

"Yang bersangkutan pengurus non aktif. Sangat jarang ikut kegiatan partai," ucap Dasco.

Pernyatan Fadli sendiri terlihat dalam akun twitter miliknya yang mengungkapkan, apa yang dilakukan Gus Yahya adalah perbuatan yang memalukan Indonesia.

Cuma ngomong begitu doang ke Israel. Ini memalukan bangsa Indonesia. Tak ada sensitivitas pada perjuangan Palestina. Cuma #2019GantiPresiden. (Bisma Rizal/bus)