Rabu, 17 Oktober 2018 | 02:07 WIB
Politik
Diterpa Isu Suap, Kapolri Diminta Tetap Fokus Amankan Negara
Kamis, 11 Oktober 2018 | 10:15 WIB
Jenderal Pol. Tito Karnavian - [Deni Hardimansyah/Skalanews]

Skalanews - Anggota Komisi III Ahmad Sahroni meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk tetap fokus pada tugasnya meski kini tengah diterpa isu suap dari pengusaha daging sapi impor, Basuki Hariman sebagaimana laporan kolaborasi 9 media yang tergabung dalam platform Indonesia Leaks.

Sahroni mengingatkan saat ini Kapolri mengemban tugas berat terkait keamanan negara. Pascapengamanan Asian Games, Asian Para Games dan Pertemuan IMF-WBG di Bali, Polri memiliki tugas berat pengamanan Pemilu Serentak 2019 mendatang.

"Kapolri harus tetap fokus bekerja mengamankan Indonesia, jangan terganggu fokusnya dengan berbagai isu yang muncul di media massa. Salah satu agenda terbesar yang akan dihadapi Indonesia adalah Pemilu serentak 2019 mendatang. Polri harus mampu mengamankan pesta demokrasi tersebut," kata Sahroni, Jakarta, Rabu (10/10).

Isu liar yang menerpa Tito harusnya tak lagi dikembangkan, pasalnya Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mempertegas tak ada kaitannya Kapolri dalam berita acara pemeriksaan (BAP) pelaku suap impor daging Basuki Hariman.

"Terlebih Ketua KPK Agus Rahardjo telah menegaskan tidak ada kaitannya atau tak disebutnya Jenderal Tito Karnavian dalam berita acara pemeriksaan (BAP) pelaku suap impor daging Basuki Hariman. Saya selaku anggota Komisi III DPR mengingatkan Kapolri untuk tetap fokus pada tugasnya mengamankan negara. Jangan terpecah konsentrasi akibat berbagai isu," sambung politisi NasDem ini.

Isu pengrusakan barang bukti menurut Sahroni juga tak akan membuat sinergitas antara Polri dan KPK yang saat ini telah terjalin baik menjadi rusak.

"Jangan sampai hubungan baik antara Polri dan KPK yang telah baik menjadi rusak karena adanya isu ini. Masing-masing pihak harus meyakini prosedur penyelidikan yang dilakukan oleh institusi lainnya telah dilakukan dengan baik," pesan Sahroni.

Sebelumnya Ketua KPK Agus Rahardjo meminta tulisan-tulisan yang beredar di media massa mengenai Kapolri perlu diklarifikasi. Ia menekankan, pembuktian keterlibatan Tito saat menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya sulit apabila tak ada bukti dokumen. Sebagai gambaran Agus mencontohkan ketika mantan Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin menyebutkan keterlibatan anggota DPR dalam berbagai kasus korupsi.

Di sisi lain, Agus yakin mencuatnya kasus ini tak mengganggu sinergi dan hubungan baik antara KPK dan Polri. Kedua lembaga tak tetap pada fokus pemberantasan korupsi dan tetap solid.

Pernyataan tegas juga disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto mengatakan hal tersebut merupakan isu lama yang telah selesai penyelidikannya. Hasil Pemeriksaan internal telah menyatakan pengrusakan barang bukti berupa catatan keuangan untuk menghindari adanya nama Jenderal Tito Karnavian tak terbukti. (Frida Astuti/bus)