Selasa, 20 November 2018 | 07:30 WIB
Politik
Guyon 'Tampang Boyolali' Berpolemik, Prabowo Beri Klarifikasi
Rabu, 7 November 2018 | 08:32 WIB
Dahnil Anzar Simanjuntak -

Skalanews - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto akhirnya angkat bicara atas guyonan 'Tampang Boyolali' yang dilontarkannya saat pertemuan tim pemenangan pada acara peresmian kantor Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/10) lalu.

Klarifikasi itu disampaikan Prabowo melalui akun instagram milik Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Dahnil Anzar Simanjuntak yang diposting Selasa (6/11) malam.

Dalam postingan itu, Dahnil meminta agar Prabowo menjelaskan soal guyonan 'Tampang Boyolali' yang kini menuai polemik karena dianggap menghina orang Boyolali.

"Saya kira itu berlebih ya, saya tidak ada niat sama sekali. Itu kan cara saya kalau bicara itu familier ya istilah bahasa-bahasa sebagai orang temen. Audiens waktu itu juga enggak terlalu besar ya mungkin paling hanya 400-500 orang kader dari partai-partai koalisi kita peresmian kantor pemenangan, ya saya seloroh lah dan itu sambutan saya kira-kira kan 1 jam 40 menit, video itu kan paling 2 menit itu," jawab Prabowo



Prabowo mengaku seloroh Tampang Boyolali merupakan wujud empati dirinya akan kondisi rakyat Boyolali.

"Yang saya permasalahkan justru ketidakadilan, kesenjangan yang semua orang tau di Indonesia ini makin lebar, makin tidak adil, yang menikmati hanya segelintir orang saja," sambungnya

"Dan yaa, tapi kalau saya maksud saya tidak negatif kalau ada yang merasa tersinggung ya saya minta maaf maksud saya tidak seperti itu dan saya siap mungkin diminta dialog langsung, nggak masalah," imbuhnya

Prabowo menilai demokrasi haruslah dinamis, dialogis. "Kalau kita enggak boleh melucu, nggak boleh berseloroh, enggak boleh, nggak boleh joking, nggak boleh bercanda, ya bosen, tidur lah nanti mereka semua, capek," pungkasnya. (Frida Astuti/bus)