Selasa, 11 Desember 2018 | 03:36 WIB
Politik
Bawaslu Hentikan Laporan 'Tampang Boyolali' Prabowo Subianto
Kamis, 29 November 2018 | 21:02 WIB
Bawaslu -

Skalanews - Badan Pengawasa Pemilu (Bawaslu) memutuskan untuk menghentikan laporan 'Tampang Boyolali' dengan terlapor Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo mengatakan saat berpidato yang menyinggung Tampang Boyolali, Prabowo tidak sedang dalam kampanye.

"Pernyataan tampang Boyolali tidak dalam kegiatan kampanye tapi dalam kegiatan peresmian posko pemenangan paslon 02 di Kabupaten Boyolali," kata Ratna kepada wartawan, Kamis (29/11).

Peserta yang hadir saat itu disebut Ratna juga seluruhnya pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Oleh karena itu, Bawaslu menyimpulkan ucapan Prabowo tak termasuk bentuk pelanggaran karena disampaikan kepada pendukungnya sendiri.

"Pernyataan tersebut tidak masuk kategori penghinaan dalam kegiatan kampanye," sambungnya.

Dipastikan Ratna sebelum menghentikan laporan ini kedua pihak baik dari pelapor maupun terlapor sudah dipertemukan. Begitupun saksi-saksi juga sudah dilakukan pemeriksaan.

"Pelapor dan saksi pelapor sudah diklarifikasi, terlapor sudah diklarifikasi diwakili kuasa hukum," pungkasnya.

Diketahui Prabowo dilaporkan oleh Barisan Advokat Indonesia (BADI) perihal candaan 'Tampang Boyolali'. BADI menilai ada unsur SARA terkait aksi Prabowo ini sebagaimana dimuat dalam Pasal 280 ayat (1) huruf c UU Pemilu No. 7/2017.

Pasal tersebut menyatakan larangan peserta atau tim kampanye menyuarakan penghinaan terhadap seseorang, golongan, agama, ras, serta peserta pemilu lainnya.(Frida Astuti/dbs)