Selasa, 11 Desember 2018 | 02:43 WIB
Politik
Pekan Depan Partai Berkarya Polisikan Ahmad Basarah
Jumat, 30 November 2018 | 16:15 WIB
-

Skalanews - Pekan depan Partai Berkarya akan melayangkan laporan atas pernyataan juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ahmad Basarah ke Polri.

Pernyataan tersebut terkait dengan tuduhan Basarah kepada Presiden ke-2 RI Soeharto yang disebutnya sebagai bapak korupsi di Indonesia.

"Betul, kami akan melaporkan," ujar Ketua DPP Partai Berkarya Badarudin Andi Picunang saat dihubungi wartawan, Jumat (30/11).

Andi menyebutkan, saat ini ia dan kawan-kawan masih berkoordinasi dengan keluarga Soeharto apakah  menyetujui rencana pelaporan itu.

"Kami akan koordinasi dengan keluarga Pak Harto dulu," ujar Andi.

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR dari Fraksi PDI-P Ahmad Basarah menyebutkan, maraknya korupsi di Indonesia dimulai sejak era Presiden Soeharto. Karena itu ia menyebut Soeharto sebagai guru dari korupsi di Indonesia.

Pernyataannya sendiri diungkapkan sebagai tanggapan atas pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyatakan korupsi di Indonesia seperti kanker stadium empat.

"Jadi, guru dari korupsi indonesia sesuai TAP MPR Nomor 11 tahun 1998 itu mantan Presiden Soeharto dan itu adalah mantan mertuanya Pak Prabowo," kata Basarah usai menghadiri diskusi di Megawati Institute, Menteng, Jakarta, Rabu (28/11).

Karena itu, lanjut Basarah, dengan menyinggung permasalahan korupsi, Prabowo seperti memercik air di dulang terpercik muka sendiri. Sebab menurut Basarah, Prabowo menjadi bagian dari kekuasaan Orde Baru.

Andi sendiri menyebutkan, bahwa pernyataan Basarah A Historis. "Karena bapak H.M Soeharto adalah bapak bangsa dan peletak dasar pembangunan NKRI yang terjaga hingga saat ini," ujarnya.

Andi menegaskan, praktik korupsi tidak hanya terjadi di era Soeharto. Korupsi sudah ada semenjak zaman penjajahan Belanda di bumi nusantara.

Oleh sebab itu, tidak pantas apabila julukan bapak korupsi hanya disematkan pada Soeharto secara personal.

"Korupsi itu sudah ada sejak zaman Hindia-Belanda. Maka julukan bapak korupsi tak pantas dialamatkan pada H.M Soeharto, Presiden ke-2 RI yang punya jasa membangun bangsa ini. Beliau tidak pernah mengajarkan korupsi," ujar Andi.

Justru, lanjut Andi, pada zaman Soeharto, jarang ada kasus korupsi seperti yang saat ini terjadi dan tersiar di media massa.(Bisma Rizal/dbs)