Rabu, 22 Mei 2019 | 13:47 WIB
Politik
Prabowo: Elit Telah Salah Arah, Kita Tidak Boleh Kalah
Selasa, 18 Desember 2018 | 08:31 WIB
-

Skalanews - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyatakan, para elite di republik ini telah lama memberikan arah yang keliru dalam menjalankan negeri ini.

Atas dasar itulah, dihadapan para kader partai Gerindra, ia menegaskan, tidak boleh kalah dalam tarung kepemimpinan kursi nomor satu di NKRI ini. Karena dirinya mengaku, merasakan keinginan rakyat Indonesia akan kepemimpinan baru.

"Jadi saudara, sudah dikatakan, kita merasakan getaran rakyat, kita merasakan rakyat ingin perubahan, rakyat ingin perbaikan, rakyat ingin pemerintah yang bersih dan tidak korupsi. Betul?" kata Prabowo saat menyampaikan pidato politiknya di Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12).

Prabowo menambahkan, elite yang berkuasa di Indonesia selalu gagal menjalankan amanah rakyat sehingga berpotensi membuat negara bisa punah.

"Karena itu kita tidak bisa kalah. Kita tidak boleh kalah. Kalau kita kalah, negara ini bisa punah. Karena elite Indonesia selalu mengecewakan, selalu gagal menjalankan amanah dari rakyat Indonesia. Sudah terlalu lama elite yang berkuasa puluhan tahun, sudah terlalu lama mereka memberi arah keliru, sistem yang salah," terang Prabowo.

Hal itu diakibatkan, katanya, karena sistem yang sedang berlangsung di NKRI. "Sistem ini kalau diteruskan akan mengakibatkan Indonesia lemah. Indonesia semakin miskin, dan semakin tidak berdaya bahkan bisa punah," imbuhnya.

Prabowo lalu menjabarkan analisa salah satu anggota tim ekonomi Badan Pemenangan Nasional (BPN), Fuad Bawazier soal pendapatan per kapita. Pendapatan per kapita, kata Prabowo, hanya 1.900 dolar AS.

"Saudara sekalian, para ahli mengatakan bahwa penghasilan kita per kapita adalah sekitar 4.000 dolar per tahun. Tapi dari 4.000 itu, 49 persen setengahnya dikuasai oleh satu persen rakyat kita. Jadi kalau kita cabut yang satu persen, kekayaan penghasilan kita setahun tinggal setengahnya yaitu 1.900 dolar. Itu kata penasihat saya Pak Fuad Bawazier," paparnya.

"Jadi kalau kita cabut yang 1 persen itu tinggal setengahnya. Kita per kapita bukan 3.800 dolar, tapi setengahnya, 1.900 kurang lebih. 1.900 dolar per kapita, artinya dibagi rata," sambung Prabowo.

Tak sampai di situ pemaparan Prabowo. Dari sana eks Danjen Kopassus itu menyinggung soal utang negara yang ia sebut bayi di Indonesia yang baru lahir sudah memiliki utang.

"Tapi 1.900 dipotong lagi utang. Ya, kita semua punya utang. Bahkan anakmu baru lahir, punya utang. Utangnya kurang lebih, 600 dolar. Jadi iya, utang kamu itu 600 dolar. Kurang lebih 600 dolar itu, berapa ya? Ya sekitar Rp 9 juta. Anakmu baru lahir, utang sudah Rp 9 juta," tutup Prabowo. (Bisma Rizal/bus)