Rabu, 21 Agustus 2019 | 14:14 WIB
Politik
NasDem Optimis Jakarta III Tambah Kursi di Senayan
Selasa, 12 Februari 2019 | 13:13 WIB
-

Skalanews - Partai NasDem optimis mampu mematahkan prediksi hasil Lembaga Survei Charta Politika yang memperkirakan partai tersebut tidak akan menyumbang satupun kursi di DPR dari daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta III.

Dikatakan anggota DPR dari Fraksi NasDem Ahmad Sahroni, pada Pileg 2014 lalu, sejumlah riset juga bahkan tidak memunculkan nama calon legislator (caleg) NasDem untuk DPR.

Namun, sambung Sahroni, hasilnya justru berbeda, NasDem berhasil meloloskan satu kursi dari Jakarta yang diwakili oleh dirinya.

"Dulu nama Ahmad Sahroni tidak ada dalam survei tapi menghasilkan satu kursi. Sekarang ada namanya (di survei), satu kursi pasti dijamin dapat," cetus Sahroni, Selasa (12/2).

Sahroni mengungkapkan strategi dirinya menarik hati para pemilih di Dapil III adalah dengan aksi nyata turun langsung ke masyarakat.

Sahroni mengaku selama menjabat sebagai wakil rakyat sejak Oktober 2014, dirinya setidaknya telah melakukan 129 kunjungan ke masyarakat dengan kapasitasnya sebagai anggota DPR/MPR dalam berbagai kegiatan seperti reses, kunjungan kerja daerah pemilihan, dan sosialisasi 4 pilar.

Survei Charta Politika diketahui menempatkan Sahroni menjadi salah satu caleg dengan popularitas dan elektabilitas yang cukup tinggi di Dapil DKI III.

Survei tersebut menempatkan Sahroni dengan tingkat elektabilitas 4,0 persen, bersaing ketat dengan nama-nama lain seperti Charles Honoris (PDIP), Lulung Lunggana (PAN), Yusril Ihza Mehndra (PBB), dan Adang Dardjatun (PKS).

Direktur Riset Charta Politika, Muslimin, memperkirakan pertarungan antarcaleg di Dapil DKI Jakarta III akan berlangsung ketat.

Hal ini mengacu pada anomali yang ditemukan dari hasil survei di mana jika di Dapil DKI I dan II popularitas partai mengungguli calegnya, di Dapil DKI III justru popularitas caleg melampaui partai pengusungnya.

Kondisi ini menurut Muslimin sekaligus mengingatkan para caleg di dapil DKI III untuk bekerja keras meyakinkan masyarakat agar lebih bijak dan cermat memilih calon anggota DPR yang nantinya mewakili suara mereka di parlemen pada periode keanggotaan DPR 2019-2024.

Terlebih survei ini menurut Muslimin mengungkap bahwa 34 persen pemilih masih berpeluang merubah pilihannya.

"Artinya para caleg masih memiliki kesempatan dalam dua bulan ke depan mempengaruhi pemilih yang 34 persen menetapkan pilihannya," ujar Muslimin. (Frida Astuti/Bus)