Sabtu, 16 November 2019 | 09:17 WIB
Politik
B737 NG Retak, Boeing Didesak Beri Kompensasi Maskapai Indonesia
Sabtu, 19 Oktober 2019 | 02:49 WIB
Achmad Fadil Muzakki Syah - [ist]

Skalanews - Peristiwa retaknya pesawat Boeing 737 Next Generation (NG), mengundang perhatian Komisi VI DPR yang membawahi BUMN ini mendesak Boeing untuk beri kompensasi ke maskapai penerbangan di Indonesia atas temuan tersebut.

Diketahui, Boeing menemukan 38 retakan (crack) struktural pada pesawat Boeing 737 NG produksinya di seluruh dunia. Retakan yang ditemukan saat Boeing memeriksa 810 pesawat yang memicu sejumlah maskapai di dunia untuk menghentikan sementara operasional armada jenis tersebut.

"Harus diberi kompensasi karena maskapai penerbangan Indonesia sudah mempercayai perusahaan Boeing untuk menggunakan Boeing 737 NG. Kalau ada retakan dan terus tak bisa digunakan jelas maskapai penerbangan Indonesia akan merugi dan pihak Boeing harus memberi kompensasi kerugian tersebut," kata anggota Komisi VI DPR RI Achmad Fadil Muzakki Syah saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (18/10/2019).

Temuan retakan tersebut, politisi Partai Nasdem ini meminta maskapai penerbangan yang menggunakan pesawat Boeing 737 NG untuk memarkirkan pesawat (grounded) terlebih dahulu.

"Lakukan pengecekan jangan sampai ada kecelakaan penerbangan akibat retakan tersebut," jelasnya.

Ada beberapa maskapai penerbangan Indonesia yang menggunakan jenis pesawat tersebut antara lain Garuda Indonesia sebanyak 73 pesawat, Lion Air sebanyak 102 pesawat, Batik Air sebanyak 14 pesawat dan Sriwijaya Air sebanyak 24 pesawat.

Dari hasil pemeriksaan per tanggal 10 Oktober 2019, terdapat crack pada salah satu dari 3 pesawat B737NG milik Garuda Indonesia yang berumur melebihi 30.000 FCN. Selain itu, terdapat crack pada 2 pesawat B737NG milik Sriwijaya Air dari 5 pesawat yang berumur lebih dari 30.000 FCN.

Sedangkan Batik Air dan Lion Air tidak memiliki pesawat yang berumur melebihi 30.000 FCN. (Wahyu/bus)