Jumat, 24 Januari 2020 | 13:25 WIB
Politik
Kesbangpol DKI: Dana Parpol Bisa Naik, Jika Keuangan Bagus
Rabu, 11 Desember 2019 | 09:51 WIB
ilustrasi -

Skalanews - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) sebagai pemegang kuasa anggaran menyatakan usulan kenaikan dana partai politik (Parpol) pada APBD 2020 bisa saja dilakukan, jika keuangan pemerintah DKI Jakarta bagus.

"DKI bisa saja, namun dengan catatan jika keuangan bagus," kata Ketua Kesbangpol DKI Jakarta Taufan Bakri saat dihubungi di Jakarta, Selasa (10/12).

Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiono dalam Badan Anggaran (Banggar) RAPBD DKI 2020 mengajukan usulan menaikkan anggaran lebih dari 100 persen dari Rp13 miliar menjadi Rp27 miliar.

"Ada penambahan total Rp14 miliar karena terkait penambahan dana parpol, semula angkanya Rp2.400 per suara menjadi Rp5.000 per suara," kata Mujiono di dalam rapat Banggar DPRD DKI, Senin (9/12).

Dengan kenaikan anggaran untuk dana parpol menjadi Rp27 miliar ini maka berdampak pada kenaikan anggaran secara keseluruhan di Komisi A. Awalnya, anggaran yang diusulkan Komisi A sebesar Rp10,405 triliun.

"Semula yang kami usulkan dari Rp10,405 triliun menjadi sekitar Rp10,419 triliun setelah pembahasan ini dan kami bawa ke rapat besar ini," ujar dia.

Diketahui, Peraturan Pemerintah nomor 1 tahun 2018 tentang Bantuan Keuangan Partai Politik mengamanatkan pemberian dana bantuan parpol. Sesuai dengan aturan itu pun, dana parpol bisa dinaikkan hingga 100 persen.

Penambahan anggaran dana untuk parpol ini, diketahui dilakukan di tengah-tengah DKI melakukan efisiensi anggaran. Semula anggaran DKI yang diajukan sekitar Rp95 triliun dan diefisiensikan menjadi Rp87,95 triliun.

Adapun perhitungan dana bantuan keuangan parpol yang bakal diterima dengan tarif awal Rp2.400 per suara secara manual.

1. PDI-P: 1.336.344 suara menjadi Rp3.207.225.600
2. Partai Gerindra: 935.793 suara menjadi Rp2.245.903.200
3. PKS: 917.005 suara menjadi Rp2.200.812.000
4. PSI: 404.508 suara menjadi Rp970.819.200
5. Partai Demokrat: 386.434 suara menjadi Rp927.441.600
6. PAN: 375.882 suara menjadi Rp902.116.800
7. Partai NasDem: 309.790 suara menjadi Rp743.496.000
8. PKB: 308.212 suara menjadi Rp739.790.400
9. Partai Golkar: 300.246 suara menjadi Rp720.590.400
10. PPP: 175.935 suara menjadi Rp422.244.000
(bus/ant)